Breaking News
light_mode
Beranda » News » Rekonstruksi Jalan Mulai Berjalan, Jalur Cisinga Jadi Perhatian DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya

Rekonstruksi Jalan Mulai Berjalan, Jalur Cisinga Jadi Perhatian DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya

  • account_circle Rian Sutisna
  • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tasikzone.co.id – Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat dan Lingkungan Hidup (DPUTRLH) Kabupaten Tasikmalaya mulai melakukan sejumlah pekerjaan rekonstruksi jalan di beberapa wilayah, khususnya jalur selatan yang selama ini menjadi titik rawan kerusakan.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya, Risnandar mengatakan, sebagian paket pekerjaan saat ini sudah memasuki tahap pelaksanaan karena proses kontrak telah berjalan.

“Beberapa pekerjaan sudah mulai berkontrak, artinya pelaksanaan di lapangan juga sudah berjalan. Ada beberapa paket yang memang sudah mulai dikerjakan,” ujar Risnandar. Kepada wartawan sebelum melakukan touring pengecekan Ruas Jalan ke Wilayah Ciawi dan Sekitarnya.

Ia menjelaskan, pihaknya saat ini juga melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi ruas jalan, termasuk bahu jalan, ruang milik jalan, hingga sistem drainase. Salah satu titik yang menjadi perhatian berada di jalur Cisinga dari arah Ciawi sepanjang kurang lebih 2,25 kilometer.

“Di lapangan kita melihat kondisi bahu jalan, ruang pinggir jalan, termasuk drainasenya. Ada beberapa titik yang memang perlu dibenahi,” katanya.

Selain itu, jalur Karangdam–Cisemplo juga menjadi perhatian karena banyak titik yang tidak memiliki bahu jalan dan saluran drainase yang memadai. Kondisi tersebut diperparah dengan bangunan warga yang berada terlalu dekat dengan ruang milik jalan.

“Permasalahannya, banyak bangunan yang sudah mepet ke ruang milik jalan sehingga tidak ada bahu jalan. Saat hujan turun, air langsung masuk ke badan jalan dan itu menjadi salah satu penyebab jalan cepat rusak,” jelasnya.

Menurut Risnandar, keberadaan ruang milik jalan menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas dan ketahanan jalan. Ruang tersebut mencakup badan jalan, bahu jalan, serta saluran drainase yang harus sesuai standar teknis.

“Kalau saluran drainase tidak ada, air akan menggenang dan jalan pasti lebih cepat rusak. Karena itu, jalan yang baik harus dilengkapi badan jalan, bahu jalan, dan drainase yang sesuai standar,” ungkapnya.

Untuk tahun ini, DPUTRPKP mencatat terdapat sekitar 32 ruas jalan yang masuk program rekonstruksi dan tersebar di sejumlah wilayah, mayoritas berada di jalur selatan Kabupaten Tasikmalaya.

“Secara umum, dari data yang ada, kerusakan jalan memang banyak terjadi di jalur tengah dan jalur selatan. Karena itu sebagian besar program rekonstruksi difokuskan ke wilayah tersebut,” kata Risnandar.

Ia menambahkan, pengecekan lapangan dilakukan sebagai langkah awal untuk memastikan kondisi eksisting serta mengidentifikasi berbagai persoalan teknis sebelum pekerjaan dilaksanakan secara menyeluruh.

“Intinya kami turun langsung untuk melihat kondisi di lapangan, sehingga sejak awal bisa diketahui penanganan yang tepat dan seperti apa solusi ke depannya,” pungkasnya. (***)

  • Penulis: Rian Sutisna

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less