Pemkab Tasikmalaya Pacu Revitalisasi SOR Usai APBD Perubahan 2026 Disahkan
- account_circle Rian Sutisna
- calendar_month 45 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tasikzone.co.id – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya resmi menuntaskan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun Anggaran 2026. Pengesahan anggaran tersebut menjadi pijakan untuk mempercepat sejumlah program prioritas, mulai dari revitalisasi Sarana Olahraga (SOR) hingga penguatan ekonomi masyarakat berbasis kemandirian di wilayah perdesaan.
Wakil Bupati Tasikmalaya, H. Asep Sopari Al-Ayubi, mengatakan APBD Perubahan 2026 harus menjadi instrumen untuk mempercepat realisasi berbagai program yang bersifat mendesak dan memiliki dampak langsung terhadap kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, program pembangunan yang telah masuk dalam perubahan anggaran tidak boleh berhenti pada tahap perencanaan. Pemerintah daerah harus memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Salah satu program yang mendapat perhatian khusus adalah revitalisasi Kawasan Sarana Olahraga (SOR). Asep meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tasikmalaya segera mengawal dan mengeksekusi pekerjaan tersebut.
Revitalisasi SOR dinilai penting karena kawasan tersebut telah lama menjadi salah satu aspirasi masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.
“Banyak hal yang harus segera kita realisasikan. Saya mengamanatkan betul kepada jajaran PUPR untuk mengawal revitalisasi sarana olahraga ini. Nanti, dari kawasan SOR tersebut juga akan dibangun jembatan penghubung yang terintegrasi langsung dengan Kompleks Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya,” ujar Asep.
Ia menjelaskan, pembangunan kawasan olahraga dan jembatan penghubung menuju kompleks pemerintahan merupakan bagian dari satu konsep perencanaan kawasan. Integrasi tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas sekaligus meningkatkan fungsi kawasan publik.
Asep menilai penyediaan fasilitas olahraga yang layak merupakan bagian dari pelayanan publik. Meski kemampuan fiskal daerah memiliki keterbatasan, pemerintah tetap dituntut mampu mengoptimalkan anggaran untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang menjadi prioritas.
Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah, khususnya instansi teknis, memanfaatkan waktu pelaksanaan secara efektif. Pekerjaan fisik yang telah dianggarkan dalam APBD Perubahan 2026 diharapkan dapat diselesaikan sesuai target tahun anggaran.
“Pengerjaan ini tetap harus selesai pada tahun 2026. Maka dari itu, manfaatkan betul kesempatan dan tenggat waktu yang ada,” tegasnya.
Selain pembangunan infrastruktur, Pemkab Tasikmalaya juga mulai mengarahkan kebijakan anggaran ke sektor penguatan ekonomi masyarakat dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Asep mengatakan pembangunan fisik yang selama ini dilakukan, termasuk peningkatan jaringan jalan dan pembangunan sarana pendidikan di berbagai wilayah, perlu diikuti dengan program yang mampu meningkatkan kapasitas masyarakat.
Menurutnya, infrastruktur tidak boleh hanya dipandang sebagai hasil pembangunan fisik. Keberadaan jalan, fasilitas pendidikan, dan berbagai sarana publik harus mampu menjadi penggerak aktivitas ekonomi masyarakat.
Pembangunan jaringan jalan yang menjangkau berbagai wilayah Kabupaten Tasikmalaya, khususnya kawasan perdesaan dan daerah pinggiran, diharapkan dapat membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Harapan kita semua, infrastruktur jalan panjang yang sudah dibangun ini secara otomatis dapat menjadi pemicu (leverage) untuk mengungkit perekonomian warga di pelosok-pelosok Kabupaten Tasikmalaya,” tutur Asep.
Ke depan, arah kebijakan anggaran Pemkab Tasikmalaya akan disinergikan dengan berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pemerataan intervensi tersebut dinilai penting agar pembangunan infrastruktur tidak berhenti pada penyediaan fasilitas semata.
Pemerintah daerah berharap keberadaan infrastruktur dapat menjadi modal bagi masyarakat untuk mengembangkan aktivitas ekonomi, memperkuat kemandirian di tingkat perdesaan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan. (***)
- Penulis: Rian Sutisna











