Boboko Jadi Wadah Bobotoh Senior Persib
- account_circle Rian Sutisna
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tasikzone.co.id – Bobotoh Kolot (Boboko) Distrik Tasikmalaya mendeklarasikan keberadaannya sebagai wadah bagi para pendukung Persib Bandung yang telah memasuki usia matang.
Deklarasi berlangsung di Rumah Makan Ma’Uneng, Jalan Terusan BCA, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Sabtu (13/6/2026).
Ketua Boboko Tasikmalaya, Abah Irwan, mengatakan pembentukan ini berawal dari munculnya Boboko di Bandung.
Setelah mempelajari visi dan tujuan organisasi, sejumlah bobotoh senior di Tasikmalaya kemudian membentuk distrik untuk menghimpun pendukung Persib yang ingin tetap aktif mendukung tim kebanggaannya dengan cara yang lebih dewasa.
Abah Irwan menjelaskan, para penggagas membuka pendaftaran anggota sekitar dua hingga tiga bulan sebelum deklarasi.
Dalam kurun waktu tersebut, jumlah anggota terus bertambah hingga memenuhi syarat minimal pembentukan distrik yang ditetapkan pengurus pusat, yakni 50 anggota.
“Sebulan sebelum deklarasi, jumlah anggota mencapai sekitar 45 orang. Setelah itu, semakin banyak bobotoh yang bergabung hingga sekarang jumlah anggota sudah lebih dari 100 orang,”ujarnya.
Saat ini, Boboko Distrik Tasikmalaya menaungi anggota yang berasal dari Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.
Pengurus juga mengakomodasi bobotoh dari Ciamis, Banjar, dan Pangandaran hingga daerah-daerah tersebut memiliki jumlah anggota yang cukup untuk membentuk distrik masing-masing.
Pengurus pusat mengarahkan Kota dan Kabupaten Tasikmalaya untuk tetap berada dalam satu kepengurusan dengan nama Distrik Boboko Tasikmalaya.
Ketua Umum Boboko, Yuki Heryana Sunarja Winarta, mengatakan perkembangan organisasi terus meluas. Hampir seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat kini memiliki distrik Boboko.
Selain mengembangkan organisasi di Jawa Barat dan Banten, pengurus juga membentuk distrik di sejumlah daerah lain seperti Palu, Lombok, Batam, dan wilayah Kalimantan.
Yuki menambahkan, Boboko juga memperluas jaringan organisasi hingga ke luar negeri. Pengurus telah membentuk distrik di Singapura, Arab Saudi, Jepang, dan Manchester.
Selain itu, anggota Boboko juga telah mendirikan distrik di Montenegro dan Norwegia. Dalam waktu dekat, mereka berencana membentuk distrik baru di Swedia dan Amerika Serikat.
Yuki mengajak seluruh anggota Boboko untuk menjaga nama baik organisasi dengan menjunjung tinggi sportivitas dan mengamalkan falsafah Sunda, yakni silih asah, silih asih, dan silih asuh.
“Suporter boleh bereuforia selama pertandingan berlangsung. Setelah pertandingan berakhir, kita kembali hidup berdampingan di tengah masyarakat,”tuturnya
“Karena itu, kita harus mampu membedakan fanatisme saat mendukung tim dengan sikap dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Melalui deklarasi tersebut, Boboko Distrik Tasikmalaya mulai menjalankan aktivitas organisasinya sebagai wadah silaturahmi bobotoh senior sekaligus mendorong budaya dukungan yang santun, dewasa, dan bermartabat. (***)
- Penulis: Rian Sutisna
