Breaking News
light_mode
Beranda » News » Duka di Tanah Suci, Satu Jemaah Haji Kabupaten Tasikmalaya Meninggal Dunia

Duka di Tanah Suci, Satu Jemaah Haji Kabupaten Tasikmalaya Meninggal Dunia

  • account_circle Rian Sutisna
  • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tasikzone.co.id – Duka menyelimuti rombongan jemaah haji asal Kabupaten Tasikmalaya setelah salah seorang jemaah, Wahdi Sahri, warga Desa Cibeber, Kecamatan Cikalong, dikabarkan meninggal dunia saat menunaikan ibadah haji di Tanah Suci, Sabtu (23/5/2026).

Almarhum merupakan jemaah yang tergabung dalam Kloter 11 KJT bersama rombongan haji asal Tasikmalaya lainnya pada musim haji tahun ini.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Tasikmalaya, Iin Ufairoh, membenarkan kabar wafatnya jemaah tersebut. Ia menyampaikan bahwa almarhum meninggal dunia akibat sakit saat menjalani rangkaian ibadah haji.

“Benar, ada jemaah asal Kabupaten Tasikmalaya yang wafat di Tanah Suci atas nama Wahdi Sahri dari Kloter 11 KJT,” ujar Iin Ufairoh saat dikonfirmasi, Sabtu (23/5/2026).

Berdasarkan data manifes keberangkatan, Wahdi Sahri tercatat memiliki nomor porsi 1000726603 dengan nomor paspor X7393436. Ia berangkat ke Tanah Suci bersama ratusan jemaah lainnya pada awal musim haji 2026.

Saat ini, pihak Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Tasikmalaya tengah berkoordinasi dengan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk memastikan seluruh proses administrasi, pemulasaran jenazah, hingga pemakaman almarhum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Iin Ufairoh turut menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya jemaah tersebut. Ia berharap almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan.

Selain melakukan koordinasi dengan pihak terkait, kementerian juga telah menghubungi keluarga almarhum di Desa Cibeber guna menyampaikan kabar duka sekaligus memberikan pendampingan administrasi dan dukungan moril kepada keluarga.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh jemaah haji agar selalu menjaga kondisi kesehatan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Cuaca panas ekstrem dan padatnya aktivitas ibadah menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi jemaah lanjut usia.

Iin mengimbau para jemaah agar tidak memaksakan kondisi fisik dan segera melapor kepada petugas kesehatan apabila mengalami gangguan kesehatan.

“Tim kesehatan kloter selalu siap memberikan pelayanan. Jika merasa kurang sehat, segera sampaikan kepada petugas agar dapat segera ditangani. Kondisi kesehatan menjadi prioritas utama agar ibadah dapat berjalan lancar,” katanya.

Di kampung halamannya, kabar wafatnya Wahdi Sahri membuat keluarga dan warga Desa Cibeber merasa terpukul. Meski demikian, keluarga mengaku ikhlas karena almarhum meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.

Keluarga juga berencana menggelar doa bersama setelah menerima kepastian terkait lokasi dan waktu pemakaman almarhum, baik di Makkah maupun Madinah.

Sementara itu, Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Tasikmalaya mengajak seluruh umat Muslim serta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) untuk turut mendoakan almarhum dan para jemaah lainnya yang masih menjalankan rangkaian ibadah haji.

Pada musim haji 2026, Kabupaten Tasikmalaya memberangkatkan sebanyak 631 jemaah yang terbagi dalam tiga kelompok terbang (kloter). (***)

  • Penulis: Rian Sutisna

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less