OJK dan Pemkot Tasikmalaya Luncurkan Tasik CAANG, Bidik Masyarakat Jadi Cerdas Keuangan
- account_circle Rian Sutisna
- calendar_month Senin, 13 Jul 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tasikzone.co.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya bersama Pemerintah Kota Tasikmalaya meluncurkan Program Literasi Keuangan Tasikmalaya CAANG (CerdAs keuANGan).
sebuah gerakan kolaboratif yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan sekaligus menangkal maraknya aktivitas keuangan ilegal di era digital.
Program yang resmi diluncurkan pada 9 Juli 2026 ini tidak hanya berfokus pada edukasi langsung, tetapi juga membangun jaringan agen literasi keuangan yang akan menyebarluaskan pemahaman keuangan kepada masyarakat melalui pendekatan multiplier effect.
Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, mengatakan Tasikmalaya CAANG merupakan langkah nyata untuk membangun budaya cerdas keuangan yang berkelanjutan di tengah masyarakat.
“Tasikmalaya CAANG bukan sekadar kegiatan edukasi, melainkan gerakan bersama untuk menciptakan masyarakat yang semakin memahami pengelolaan keuangan. Kami ingin setiap peserta menjadi agen literasi keuangan yang mampu menyebarkan pengetahuan kepada keluarga, lingkungan, dan masyarakat di sekitarnya,” ujar Nofa.
Menurutnya, peningkatan literasi keuangan menjadi kebutuhan mendesak seiring semakin mudahnya masyarakat mengakses berbagai produk dan layanan keuangan berbasis digital.
Tanpa pemahaman yang memadai, masyarakat rentan terjebak dalam praktik investasi bodong, pinjaman online ilegal, maupun berbagai modus kejahatan keuangan lainnya.
Melalui program ini, masyarakat didorong untuk memahami manfaat, risiko, hak, dan kewajiban dalam menggunakan produk jasa keuangan sehingga mampu mengambil keputusan secara bijak dan bertanggung jawab.
Program Tasikmalaya CAANG melibatkan berbagai unsur mulai dari Pemerintah Kota Tasikmalaya, Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, TNI, perguruan tinggi, sekolah, Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, hingga media massa.
Sasaran edukasi pun cukup luas, mencakup pelajar, mahasiswa, tenaga pendidik, penyuluh agama, Babinsa dan anggota Kodim, Karang Taruna, pelaku UMKM, aparatur pemerintah, hingga masyarakat umum.
Hingga Semester I Tahun 2026, program tersebut telah menjangkau lebih dari 58 ribu peserta melalui berbagai kegiatan edukasi keuangan. Selain itu, OJK Tasikmalaya juga telah membentuk sejumlah agen literasi keuangan dari berbagai kalangan, mulai dari penyuluh agama, Babinsa, anggota Kodim, Karang Taruna, tenaga pendidik hingga mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Literasi Keuangan.
Keberadaan para agen literasi tersebut diproyeksikan mampu memperluas jangkauan edukasi kepada lebih dari 98 ribu masyarakat Kota Tasikmalaya.
Angka itu belum termasuk penyebaran informasi melalui media digital, videotron milik Pemerintah Kota Tasikmalaya, serta berbagai kanal komunikasi yang dimanfaatkan oleh para agen literasi di lingkungan masing-masing.
Nofa menegaskan, kolaborasi yang dibangun melalui Program Tasikmalaya CAANG akan terus diperkuat agar menjadi gerakan literasi keuangan yang berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Harapannya, masyarakat semakin memahami dan memanfaatkan produk serta layanan jasa keuangan yang legal, aman, dan sesuai kebutuhan. Pada akhirnya, literasi keuangan yang baik akan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendukung pembangunan Kota Tasikmalaya yang inklusif serta berkelanjutan,” pungkasnya. (***)
- Penulis: Rian Sutisna

