Breaking News
light_mode
Beranda » Eksis » Implementasi Nilai Patuh Dan Suka Bermusyawarah Dalam Membangun Peradaban Akademik

Implementasi Nilai Patuh Dan Suka Bermusyawarah Dalam Membangun Peradaban Akademik

  • account_circle Rian Sutisna
  • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Rifyal Luthfi MR

Tasikzone.co.id – Lembaga Pendidikan merupakan ruang lahirnya insan akademik yang tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga berkarakter, beretika, dan bertanggung jawab terhadap kehidupan bermasyarakat. Di tengah dinamika dunia pendidikan yang semakin kompleks, nilai patuh terhadap aturan serta suka bermusyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan menjadi fondasi penting dalam membangun budaya akademik yang sehat, demokratis, dan berkeadaban. Nilai luhur yang tercermin dalam Dasa Darma Pramuka tersebut tidak hanya relevan bagi kehidupan organisasi kemahasiswaan, tetapi juga menjadi landasan dalam membentuk peradaban akademik yang menjunjung tinggi integritas, kolaborasi, penghormatan terhadap perbedaan, serta pengambilan keputusan secara bijaksana demi kemajuan institusi dan bangsa.
Patuh Berarti mengikuti perintah dan aturan yang berlaku, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.  Kepatuhan atau ketundukan artinya berserah diri sepenuhnya kepada Allah SWT, menjalankan perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya. Ketaatan ini juga mencakup ketaatan kepada Rasulullah SAW, Ulil Amri (pemimpin).
Ingatkah waktu kita di alam ruh ?, ketika itu kita bersaksi bahwa Allah adalah satu satunya Tuhan yang wajib disembah, sebagaimana firmannya :
وَاِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَا ۛاَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَۙ
Artinya: “(Ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari tulang punggung anak cucu Adam, keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksiannya terhadap diri mereka sendiri (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.” (Kami melakukannya) agar pada hari Kiamat kamu (tidak) mengatakan, “Sesungguhnya kami lengah terhadap hal ini,” (Qs. Al -A`raf: 172)
Kesaksian dalam ayat tersebut juga merupakan janji setia yang dibuat oleh manusia kepada Allah SWT, yang dijanjikan untuk dipegang teguh di dunia. Dan Kesaksian ini merupakan landasan bagi manusia untuk patuh, beribadah dan mengabdi kepada Allah di dunia, serta menjadi bukti bahwa manusia telah mengakui Allah sebagai satu-satunya Tuhan. Begitupun kepatuhan kepada Rasulullah Saw. Ada empat sikap yang memberi alamat bahwa syahadat kita tentang Rasulullah saw:
Membenarkan dan mengikuti apa yang dibawa oleh Rasulullah saw.
“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Ali Imran: 31)

2. Menjauhi apapun yang dilarang dan tidak disukai Rasulullah saw.
“Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.” (Qs. Al-Hasyr: 7)

3. Tidak beribadah kepada Allah kecuali dengan apa yang disyariatkan oleh Rasulullah saw.
Adapun di antara kewajiban kepada Rasulullah saw. adalah sebagai berikut:
Beriman kepada Rasulullah saw.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نزلَ عَلَى رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنزلَ مِنْ قَبْلُ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالا بَعِيدًا
“Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.” (Qs. An-Nisa’: 136)
Ketaatan kepada Rasulullah saw.
مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ وَمَنْ تَوَلَّى فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا
“Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka. “(Qs. An-Nisa’: 80)
Mengikuti Rasulullah saw. (Al-Ahzab: 31)
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Ali Imran: 31)

Bersholawat kepada Rasulullah saw.
Bila nama beliau disebut, kita wajib menyampaikan shalawat untuknya. Hal ini salah satu syarat turunnya syafaat di hari kiamat kelak.
Memahami bahwa Rasulullah saw. adalah Nabi penutup

مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا
“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Qs. Al-Ahzab: 40)
Membela Rasulullah saw.
Sikap cinta perlu dibuktikan dengan pembelaan kepada Rasulullah saw. Khususnya dari pihak yang ingin mendiskreditkan, memfitnah Rasulullah saw. Pembelaan kepada beliau berarti juga pembelaan kepada kebenaran dan keberlangsungan ajaran Islam.

Dalam implementasinya, seluruh civitas akademika hendaknya senantiasa menjunjung tinggi sikap patuh terhadap peraturan akademik, etika kelembagaan, serta arahan para pendidik dan pimpinan lembaga pendidikan selama sejalan dengan nilai-nilai moral, hukum, dan prinsip-prinsip kebenaran. Kepatuhan tersebut merupakan wujud penghormatan terhadap proses pendidikan yang telah membentuk karakter, mengembangkan ilmu pengetahuan, serta membimbing setiap insan akademik menuju kedewasaan intelektual. Dengan sikap patuh yang dilandasi kesadaran dan tanggung jawab, ilmu yang diperoleh di lingkungan pendidikan diharapkan tidak hanya menghasilkan prestasi akademik, tetapi juga memberikan kemaslahatan bagi diri sendiri, masyarakat, bangsa, dan kemajuan peradaban. Oleh karena itu, nilai kepatuhan menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun budaya akademik yang berintegritas, disiplin, dan berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan serta pengabdian kepada masyarakat.
Nilai suka bermusyawarah menuntut setiap civitas akademika untuk mengutamakan dialog dan pertimbangan bersama sebelum mengambil keputusan. Melalui musyawarah, keputusan yang dihasilkan akan lebih bijaksana, dapat diterima oleh berbagai pihak, dan memiliki pertanggungjawaban yang jelas. Dalam konteks pendidikan tinggi, nilai ini penting untuk membangun budaya akademik yang demokratis, menghargai perbedaan pendapat, serta mendorong kolaborasi, pemikiran kritis, dan pengambilan keputusan yang arif demi kemajuan kampus dan masyarakat.
Dalam kegiatan musyawarah tersebut harus menggunakan prinsip/etika, sebagaimana menurut Quraish Shihab dalam buku Wawasan Al-Qur’an (2001) berpendapat ada tiga etika yang mesti dipegang saat melakukan musyawarah. Etika musyawarah meliputi:

1. Bersikap lemah lembut ketika menyampaikan pendapat
Seseorang yang melakukan musyawarah harus menghindari tutur kata kasar dan tidak keras kepala. Ia menyampaikan pendapatnya dengan lemah lembut dan tidak memaksakan pendapatnya.
Etika tersebut dijelaskan dalam surah Ali Imran ayat 159 yaitu: Artinya: “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu…”. (QS. Ali Imran [3]: 159)

2. Lapang dada dan bersedia mendengarkan pendapat orang lain
Musyawarah melibatkan lebih dari satu orang dengan pikiran yang sangat mungkin berlainan. Setiap peserta musyawarah harus mempersiapkan mental agar mau mendengarkan pendapat orang lain. Ia harus bermusyawarah dengan kejernihan hati dan tidak mudah tersinggung saat usulannya ditolak. Firman Allah dalam Qs. Al Anam: 125: “Barang siapa dikehendaki Allah akan mendapat petunjuk, Dia akan melapangkan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barang siapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia akan menjadikan dadanya sempit lagi sesak, seakan-akan dia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.”

3. Melibatkan Allah saat bermusyawarah
Seorang muslim perlu menyadari kapasitas logikanya terbatas. Dengan demikian, orang yang bermusyawarah hendaknya juga memohon petunjuk Allah subhanahu wa ta’ala, bertawakal, hingga salat istikharah terutama ketika akan mengambil keputusan besar dan berdampak pada banyak orang.

  • Penulis: Rian Sutisna

Rekomendasi Untuk Anda

  • Save Jompo Bantu Ibu Hasanah, Lansia Tunanetra yang Hidup Seorang Diri di Bungursari

    Save Jompo Bantu Ibu Hasanah, Lansia Tunanetra yang Hidup Seorang Diri di Bungursari

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Program Save Jompo Yayasan Padi Nusantara Sejahtera menyalurkan bantuan kepada Ibu Hasanah, lansia tunanetra yang hidup seorang diri di Gunung Kuda, Bungursari, Kota Tasikmalaya.

  • Everyday Tech: Ordinary Gadgets with Extraordinary Features for 2023

    Everyday Tech: Ordinary Gadgets with Extraordinary Features for 2023

    • calendar_month Sabtu, 17 Feb 2024
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • HUT ke-118 INI, Notaris Tasikmalaya Tingkatkan Kompetensi Melalui Seminar Hukum

    HUT ke-118 INI, Notaris Tasikmalaya Tingkatkan Kompetensi Melalui Seminar Hukum

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Ikatan Notaris Indonesia (INI) Kota Tasikmalaya memperingati HUT ke-118 dengan menggelar seminar hukum waris guna meningkatkan kompetensi, integritas, dan profesionalisme notaris.

  • Reuni Perak +2 Jadi Ajang Silaturahmi Alumni SMANDA Angkatan 99

    Reuni Perak +2 Jadi Ajang Silaturahmi Alumni SMANDA Angkatan 99

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi, temu kangen, serta bentuk kepedulian alumni kepada guru purna tugas.

  • Yayasan PNS Tebar Kepedulian Melalui Santunan Anak Yatim

    Yayasan PNS Tebar Kepedulian Melalui Santunan Anak Yatim

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Tasikzone.co.id – Yayasan Padi Nusantara Sejahtera kembali menggelar santunan rutin bagi anak yatim. Santunan rutin diadakan di Sekretariat Yayasan Padi, Jalan Dinding Ari Raya No. 175, Perum Bumi Resik Panglayungan, Kota Tasikmalaya, Jumat (29/5/2026). Pembina Yayasan Padi Nusantara Sejahtera, Iwan Restiawan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian sosial yayasan kepada anak-anak yatim di Kota Tasikmalaya. […]

  • Euforia Juara Persib Warnai Kota Tasikmalaya, Ribuan Bobotoh Padati Jalanan

    Euforia Juara Persib Warnai Kota Tasikmalaya, Ribuan Bobotoh Padati Jalanan

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Sejak petang, iring-iringan kendaraan roda dua dan roda empat memenuhi sejumlah ruas jalan utama, termasuk kawasan HZ Mustofa. Suara klakson bersahut-sahutan berpadu dengan flare dan nyanyian khas bobotoh yang membuat suasana malam semakin semarak.

expand_less