Breaking News
light_mode
Beranda » Eksis » Implementasi Nilai Patuh Dan Suka Bermusyawarah Dalam Membangun Peradaban Akademik

Implementasi Nilai Patuh Dan Suka Bermusyawarah Dalam Membangun Peradaban Akademik

  • account_circle Rian Sutisna
  • calendar_month 21 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Rifyal Luthfi MR

Tasikzone.co.id – Lembaga Pendidikan merupakan ruang lahirnya insan akademik yang tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga berkarakter, beretika, dan bertanggung jawab terhadap kehidupan bermasyarakat. Di tengah dinamika dunia pendidikan yang semakin kompleks, nilai patuh terhadap aturan serta suka bermusyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan menjadi fondasi penting dalam membangun budaya akademik yang sehat, demokratis, dan berkeadaban. Nilai luhur yang tercermin dalam Dasa Darma Pramuka tersebut tidak hanya relevan bagi kehidupan organisasi kemahasiswaan, tetapi juga menjadi landasan dalam membentuk peradaban akademik yang menjunjung tinggi integritas, kolaborasi, penghormatan terhadap perbedaan, serta pengambilan keputusan secara bijaksana demi kemajuan institusi dan bangsa.
Patuh Berarti mengikuti perintah dan aturan yang berlaku, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.  Kepatuhan atau ketundukan artinya berserah diri sepenuhnya kepada Allah SWT, menjalankan perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya. Ketaatan ini juga mencakup ketaatan kepada Rasulullah SAW, Ulil Amri (pemimpin).
Ingatkah waktu kita di alam ruh ?, ketika itu kita bersaksi bahwa Allah adalah satu satunya Tuhan yang wajib disembah, sebagaimana firmannya :
وَاِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَا ۛاَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَۙ
Artinya: “(Ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari tulang punggung anak cucu Adam, keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksiannya terhadap diri mereka sendiri (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.” (Kami melakukannya) agar pada hari Kiamat kamu (tidak) mengatakan, “Sesungguhnya kami lengah terhadap hal ini,” (Qs. Al -A`raf: 172)
Kesaksian dalam ayat tersebut juga merupakan janji setia yang dibuat oleh manusia kepada Allah SWT, yang dijanjikan untuk dipegang teguh di dunia. Dan Kesaksian ini merupakan landasan bagi manusia untuk patuh, beribadah dan mengabdi kepada Allah di dunia, serta menjadi bukti bahwa manusia telah mengakui Allah sebagai satu-satunya Tuhan. Begitupun kepatuhan kepada Rasulullah Saw. Ada empat sikap yang memberi alamat bahwa syahadat kita tentang Rasulullah saw:
Membenarkan dan mengikuti apa yang dibawa oleh Rasulullah saw.
“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Ali Imran: 31)

2. Menjauhi apapun yang dilarang dan tidak disukai Rasulullah saw.
“Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.” (Qs. Al-Hasyr: 7)

3. Tidak beribadah kepada Allah kecuali dengan apa yang disyariatkan oleh Rasulullah saw.
Adapun di antara kewajiban kepada Rasulullah saw. adalah sebagai berikut:
Beriman kepada Rasulullah saw.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نزلَ عَلَى رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنزلَ مِنْ قَبْلُ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالا بَعِيدًا
“Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.” (Qs. An-Nisa’: 136)
Ketaatan kepada Rasulullah saw.
مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ وَمَنْ تَوَلَّى فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا
“Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka. “(Qs. An-Nisa’: 80)
Mengikuti Rasulullah saw. (Al-Ahzab: 31)
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Ali Imran: 31)

Bersholawat kepada Rasulullah saw.
Bila nama beliau disebut, kita wajib menyampaikan shalawat untuknya. Hal ini salah satu syarat turunnya syafaat di hari kiamat kelak.
Memahami bahwa Rasulullah saw. adalah Nabi penutup

مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا
“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Qs. Al-Ahzab: 40)
Membela Rasulullah saw.
Sikap cinta perlu dibuktikan dengan pembelaan kepada Rasulullah saw. Khususnya dari pihak yang ingin mendiskreditkan, memfitnah Rasulullah saw. Pembelaan kepada beliau berarti juga pembelaan kepada kebenaran dan keberlangsungan ajaran Islam.

Dalam implementasinya, seluruh civitas akademika hendaknya senantiasa menjunjung tinggi sikap patuh terhadap peraturan akademik, etika kelembagaan, serta arahan para pendidik dan pimpinan lembaga pendidikan selama sejalan dengan nilai-nilai moral, hukum, dan prinsip-prinsip kebenaran. Kepatuhan tersebut merupakan wujud penghormatan terhadap proses pendidikan yang telah membentuk karakter, mengembangkan ilmu pengetahuan, serta membimbing setiap insan akademik menuju kedewasaan intelektual. Dengan sikap patuh yang dilandasi kesadaran dan tanggung jawab, ilmu yang diperoleh di lingkungan pendidikan diharapkan tidak hanya menghasilkan prestasi akademik, tetapi juga memberikan kemaslahatan bagi diri sendiri, masyarakat, bangsa, dan kemajuan peradaban. Oleh karena itu, nilai kepatuhan menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun budaya akademik yang berintegritas, disiplin, dan berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan serta pengabdian kepada masyarakat.
Nilai suka bermusyawarah menuntut setiap civitas akademika untuk mengutamakan dialog dan pertimbangan bersama sebelum mengambil keputusan. Melalui musyawarah, keputusan yang dihasilkan akan lebih bijaksana, dapat diterima oleh berbagai pihak, dan memiliki pertanggungjawaban yang jelas. Dalam konteks pendidikan tinggi, nilai ini penting untuk membangun budaya akademik yang demokratis, menghargai perbedaan pendapat, serta mendorong kolaborasi, pemikiran kritis, dan pengambilan keputusan yang arif demi kemajuan kampus dan masyarakat.
Dalam kegiatan musyawarah tersebut harus menggunakan prinsip/etika, sebagaimana menurut Quraish Shihab dalam buku Wawasan Al-Qur’an (2001) berpendapat ada tiga etika yang mesti dipegang saat melakukan musyawarah. Etika musyawarah meliputi:

1. Bersikap lemah lembut ketika menyampaikan pendapat
Seseorang yang melakukan musyawarah harus menghindari tutur kata kasar dan tidak keras kepala. Ia menyampaikan pendapatnya dengan lemah lembut dan tidak memaksakan pendapatnya.
Etika tersebut dijelaskan dalam surah Ali Imran ayat 159 yaitu: Artinya: “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu…”. (QS. Ali Imran [3]: 159)

2. Lapang dada dan bersedia mendengarkan pendapat orang lain
Musyawarah melibatkan lebih dari satu orang dengan pikiran yang sangat mungkin berlainan. Setiap peserta musyawarah harus mempersiapkan mental agar mau mendengarkan pendapat orang lain. Ia harus bermusyawarah dengan kejernihan hati dan tidak mudah tersinggung saat usulannya ditolak. Firman Allah dalam Qs. Al Anam: 125: “Barang siapa dikehendaki Allah akan mendapat petunjuk, Dia akan melapangkan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barang siapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia akan menjadikan dadanya sempit lagi sesak, seakan-akan dia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.”

3. Melibatkan Allah saat bermusyawarah
Seorang muslim perlu menyadari kapasitas logikanya terbatas. Dengan demikian, orang yang bermusyawarah hendaknya juga memohon petunjuk Allah subhanahu wa ta’ala, bertawakal, hingga salat istikharah terutama ketika akan mengambil keputusan besar dan berdampak pada banyak orang.

  • Penulis: Rian Sutisna

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Cecep Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Tegaskan Komitmen Kebangsaan

    Bupati Cecep Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Tegaskan Komitmen Kebangsaan

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Tasikzone.co.id – Bupati Tasikmalaya, Dr. H. Cecep Nurul Yakin, S.Pd., M.AP., pimpin langsung Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Senin (1/6/2026) di halaman depan Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Pada kesempatan tersebut, Bupati Cecep memimpin upacara sebagai inspektur sekaligus membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia. Melalui amanat itu, BPIP mengajak seluruh […]

  • Kepler : Krisis Fiskal Aktivitas OPD Terancam Lumpuh

    Kepler : Krisis Fiskal Aktivitas OPD Terancam Lumpuh

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Kepler Sianturi mengungkap kondisi kas daerah mencapai nol rupiah pada Juni 2026.

  • Open Bidding JPT Pratama Kabupaten Tasikmalaya Tarik Pelamar dari Berbagai Daerah

    Open Bidding JPT Pratama Kabupaten Tasikmalaya Tarik Pelamar dari Berbagai Daerah

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Seleksi terbuka JPT Pratama Kabupaten Tasikmalaya menarik 44 pelamar dari berbagai daerah dan instansi. Empat jabatan strategis diperebutkan melalui sistem merit yang transparan.

  • Polres Tasikmalaya Rotasi Empat Jabatan Strategis

    Polres Tasikmalaya Rotasi Empat Jabatan Strategis

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Tasikzone.co.id – Polres Tasikmalaya menggelar upacara serah terima jabatan (sertijab) empat pejabat utama di Lapangan Hitam Mapolres Tasikmalaya, Selasa (2/6/2026). Kapolres Tasikmalaya, AKBP Wahyu Pristha Utama, memimpin langsung upacara tersebut. Polres Tasikmalaya menempatkan pejabat baru pada posisi Wakapolres, Kabag SDM, Kapolsek Taraju, dan Kapolsek Tanjungjaya. Rotasi tersebut menindaklanjuti surat telegram Kapolda Jawa Barat sekaligus menjadi […]

  • Generasi Muda Diajak Lestarikan Aksara Sunda Lewat Workshop Literasi

    Generasi Muda Diajak Lestarikan Aksara Sunda Lewat Workshop Literasi

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Tasikzone.co.id – ketua Paguyuban Pasundan Drs. H. Erry Purwanto, M.Si menghadiri Workshop Literasi Aksara Sunda yang digelar di Aula Wiradadaha Kantor Bappelitbangda Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (21/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya sekaligus meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap warisan leluhur Sunda. Workshop tersebut diikuti para pelajar, pegiat budaya, hingga masyarakat umum yang antusias […]

  • OJK dan PERSIS Gelar School of Syariah, Cetak Duta Literasi Keuangan Syariah di Garut

    OJK dan PERSIS Gelar School of Syariah, Cetak Duta Literasi Keuangan Syariah di Garut

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    OJK dan PERSIS menggelar School of Syariah di Garut untuk mencetak Duta Literasi Keuangan Syariah dan memperkuat inklusi keuangan syariah

expand_less