Wakil Bupati Dorong Santri Miliki Ijazah Formal dan Kompetensi
- account_circle Rian Sutisna
- calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tasikzone.com – Kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh megahnya pembangunan fisik, tetapi juga kualitas sumber daya manusia (SDM) masyarakatnya.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi saat menghadiri kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) operator pondok pesantren di Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (29/5/2026).
Asep menegaskan pembangunan infrastruktur seperti jalan dan rumah sakit memang penting.
Namun, pemerintah tetap menempatkan peningkatan kualitas pendidikan dan pembinaan generasi muda sebagai investasi utama.
Menurutnya, kemajuan daerah tidak bisa hanya bergantung pada pembangunan fisik.
“Kita memang membutuhkan jalan yang baik dan rumah sakit yang representatif. Namun, ada hal yang jauh lebih mendasar, yakni meningkatkan kualitas sumber daya manusia masyarakat,” ujar Asep.
Asep mengajak seluruh operator pondok pesantren menyamakan visi untuk memperbaiki sistem pendataan pendidikan pesantren.
Ia menilai pendataan yang tertib dan terintegrasi akan mempermudah santri memperoleh pengakuan pendidikan secara formal dari pemerintah.
Melalui kegiatan Bimtek tersebut, ia juga mengajak seluruh operator pesantren memperkuat koordinasi agar sistem administrasi pendidikan semakin rapi dan terarah.
“Mari kita kawal bersama agar sistem pendataan semakin baik, sehingga generasi muda Tasikmalaya tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga kompeten dan mendapat pengakuan formal,” katanya.
Asep menegaskan ke depan tidak boleh ada lagi santri atau siswa yang menyelesaikan pendidikan di pesantren tanpa memiliki ijazah yang diakui pemerintah.
Menurutnya, legalitas pendidikan sangat penting agar lulusan pesantren memiliki peluang yang sama untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja. (***)
- Penulis: Rian Sutisna
