Dari Sekolah untuk Indonesia Sehat: Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Dorong Integrasi Pendidikan Kesehatan Pencegahan Stunting dalam Kegiatan Kokurikuler SMP
- account_circle Rian Sutisna
- calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tasikzone.co.id – Integrasi Pendidikan Pencegahan Stunting dalam Kegiatan Kokurikuler SMP Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya bersama Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat melalui kegiatan “Peningkatan Kapasitas Guru sebagai Agent of Change Pendidikan Kesehatan Pencegahan Stunting di Kota Tasikmalaya”.
Kegiatan ini merupakan rangkaian implementasi kegiatan penelitian dosen Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya yang berfokus pada penguatan peran sekolah dalam edukasi kesehatan dan pencegahan stunting sejak usia remaja.
Penelitian tersebut diketuai Bdn. Wiwin Mintarsih Purnamasari, SSiT, M.Kes bersama tim dosen Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya dengan tujuan mengintegrasikan pendidikan kesehatan pencegahan stunting ke dalam kegiatan kokurikuler pada jenjang SMP di Kota Tasikmalaya.
Melalui pendekatan tersebut, pendidikan kesehatan tidak hanya diberikan secara teoritis, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas pembentukan karakter dan kebiasaan sehat peserta didik di lingkungan sekolah.
Program kolaboratif tersebut menghadirkan narasumber dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, serta Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya melalui Kepala Bidang SMP. Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi bentuk sinergi lintas sektor dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kota Tasikmalaya.
Kegiatan ini juga dilaksanakan sebagai wujud komitmen Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya dalam memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi kesehatan yang mendukung program nasional pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) di sekolah. Melalui penguatan kapasitas guru, sekolah diharapkan mampu menjadi lingkungan edukatif yang mendukung kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri sebagai langkah strategis pencegahan anemia dan stunting sejak dini.
Upaya tersebut sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan remaja sebagai calon generasi emas Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, para guru SMP diberikan penguatan mengenai konsep dasar stunting, pentingnya pencegahan anemia remaja, edukasi gizi seimbang, perilaku hidup bersih dan sehat, serta strategi komunikasi kesehatan yang efektif di lingkungan sekolah. Guru didorong untuk menjadi agen perubahan yang mampu menanamkan perilaku hidup sehat kepada peserta didik melalui kegiatan intrakurikuler maupun kokurikuler.
Perwakilan dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa sekolah memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi sehat dan berkualitas. Pendidikan kesehatan yang terintegrasi dalam aktivitas sekolah dinilai mampu meningkatkan literasi kesehatan remaja sekaligus memperkuat budaya hidup sehat sejak dini.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya menyampaikan bahwa pencegahan stunting tidak dapat dilakukan hanya oleh sektor kesehatan, melainkan membutuhkan dukungan dunia pendidikan dan masyarakat secara luas. Edukasi kepada remaja menjadi salah satu investasi penting dalam memutus rantai stunting antargenerasi.
Kabid SMP Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya mengapresiasi keterlibatan aktif Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan kesehatan di sekolah. Menurutnya, penguatan kapasitas guru akan memberikan dampak jangka panjang terhadap pembentukan perilaku sehat peserta didik.
Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata eksistensi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya sebagai perguruan tinggi kesehatan yang melaksanakan kegiatan bukan hanya pendidikan, tetapi melaksanakan penelitian yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Berbagai program pengabdian dan kolaborasi penanganan stunting sebelumnya juga telah dilakukan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya bersama pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kesehatan ibu dan anak.
Melalui kegiatan ini, Tim Peneliti Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya menegaskan komitmennya sebagai UPT Kemenkes untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.
Sinergi antara institusi pendidikan kesehatan, pemerintah daerah, tenaga pendidik, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat terwujudnya visi Indonesia Sehat melalui penguatan edukasi kesehatan berbasis sekolah. (***)
- Penulis: Rian Sutisna
