SPBU di Malang Dipenuhi Asap dan Kobaran Api
- account_circle Rian Sutisna
- calendar_month Senin, 25 Mei 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tasikzone.co.id – PT Pertamina Retail melalui SPBU COCO 51.651.16 Langsep Malang menggelar Simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) sebagai bagian dari penguatan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) di lingkungan operasional SPBU, Rabu (20/5).
Kegiatan tersebut melibatkan seluruh pekerja SPBU dan menggandeng Polsek Klojen, Koramil 0833/01 Klojen, serta Dinas Pemadam Kebakaran Kota Malang guna memperkuat koordinasi dalam menghadapi kondisi darurat di area operasional.
Dalam simulasi itu, tim memperagakan skenario kebakaran di salah satu area SPBU yang menyebabkan seorang kepala shift mengalami luka bakar.
Api kemudian merambat hingga ke area dispenser BBM. Melalui simulasi tersebut, para pekerja menjalani pengujian kemampuan dalam menjalankan prosedur tanggap darurat, mulai dari koordinasi internal, komunikasi antar tim, penanganan korban, hingga pelaporan kepada pihak terkait.
Manager HSSE PERTARE, Ruli Handoko, menegaskan bahwa perusahaan rutin menggelar simulasi penanggulangan keadaan darurat untuk memastikan kesiapan personel dan keandalan sistem tanggap darurat di seluruh area operasional.
“Operasional SPBU memiliki berbagai potensi bahaya seperti kebakaran, tumpahan BBM, ledakan, hingga risiko cedera terhadap pekerja saat menjalankan aktivitas di lapangan.
Melalui simulasi ini, kami ingin memastikan kesiapan personel, efektivitas prosedur, serta koordinasi antar tim dalam menghadapi situasi darurat sehingga risiko dan potensi kerugian dapat diminimalkan apabila insiden nyata terjadi,” ujar Ruli.
Panitia memulai simulasi dengan menyusun alur kejadian dan membagi tugas kepada setiap personel sesuai fungsi dalam Struktur Organisasi Keadaan Darurat.
Setelah itu, tim menjalankan skenario untuk menguji respons melalui koordinasi, komunikasi, penanganan situasi, hingga penyampaian informasi kepada pihak internal maupun eksternal.
Setelah seluruh rangkaian selesai, peserta langsung melakukan evaluasi bersama sebagai bahan perbaikan dan peningkatan kesiapsiagaan.
Manager Region VI (Jatimbalinus) PERTARE, Aditya Hendrawan, mengatakan perusahaan rutin mengadakan simulasi PKD agar seluruh pekerja mampu merespons situasi darurat secara cepat dan tepat.
“Melalui simulasi ini, kami berharap seluruh pekerja SPBU dapat merefresh kembali pengetahuan dan pemahaman mengenai penanganan keadaan darurat. Selain itu, simulasi ini juga meningkatkan koordinasi, komunikasi, dan kekompakan antar tim agar proses penanganan berjalan lebih cepat, tepat, dan efektif,” ujarnya.
Sementara itu, Corporate Secretary PERTARE, Ardhi Widodo, menilai kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari komitmen perusahaan dalam membangun budaya keselamatan kerja yang berkelanjutan.
“Pertamina Retail terus berkomitmen memastikan implementasi aspek HSSE berjalan optimal di seluruh lini operasional perusahaan. Simulasi PKD yang kami laksanakan secara rutin juga menjadi langkah penting untuk meningkatkan kompetensi pekerja sekaligus memperkuat budaya safety awareness di lingkungan kerja,” kata Ardhi.
PERTARE terus mendorong berbagai upaya untuk mewujudkan visi sebagai perusahaan ritel energi nasional kelas dunia. Melalui semangat “Satukan Energi Melayani Negeri”, perusahaan berkomitmen menghadirkan pelayanan terbaik sekaligus memperkuat budaya keselamatan kerja di seluruh lini operasional. (***)
- Penulis: Rian Sutisna
