Media Sosial Membuat Orang Makin Dekat atau Justru Kesepian ?
- account_circle Rian Sutisna
- calendar_month Senin, 25 Mei 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tasikzone.co.id – Kehadiran media sosial telah mengubah cara manusia berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Melalui berbagai platform digital, orang kini dapat terhubung dengan siapa saja tanpa batas jarak dan waktu. Namun di balik kemudahan tersebut, muncul pertanyaan yang mulai banyak dibahas, apakah media sosial benar-benar membuat orang semakin dekat atau justru menimbulkan rasa kesepian?
Di era digital saat ini, media sosial tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup masyarakat, terutama kalangan anak muda. Aktivitas seperti membagikan momen harian, membuat konten, hingga berinteraksi melalui kolom komentar sudah menjadi kebiasaan yang sulit dipisahkan dari kehidupan modern.
Banyak orang merasa media sosial membantu mereka tetap terhubung dengan teman lama, keluarga, maupun relasi baru. Bahkan, hubungan pertemanan dan komunitas kini lebih mudah terbentuk melalui platform digital dibandingkan pertemuan secara langsung.
Namun di sisi lain, tidak sedikit pengguna media sosial yang justru merasa kesepian meski memiliki banyak pengikut atau teman virtual. Fenomena ini muncul karena interaksi digital dianggap tidak selalu mampu menggantikan kedekatan emosional secara nyata.
Psikolog menyebut penggunaan media sosial secara berlebihan dapat memicu perasaan cemas, overthinking, hingga membandingkan kehidupan diri sendiri dengan orang lain. Hal tersebut sering terjadi ketika seseorang terlalu sering melihat unggahan tentang pencapaian, gaya hidup, maupun kebahagiaan orang lain di internet.
“Kadang ramai di media sosial belum tentu ramai di kehidupan nyata. Banyak orang terlihat bahagia di internet, padahal sebenarnya merasa sendiri,” ujar salah seorang mahasiswa di Tasikmalaya, Minggu (24/5/2026).
Selain itu, budaya scrolling tanpa henti juga membuat sebagian orang lebih banyak menghabiskan waktu dengan gadget dibanding berbicara langsung bersama keluarga atau lingkungan sekitar. Kebiasaan tersebut perlahan dinilai mengurangi kualitas hubungan sosial di dunia nyata.
Meski demikian, media sosial tetap memiliki dampak positif jika digunakan secara bijak. Platform digital dapat menjadi ruang berbagi informasi, membangun relasi, hingga mengembangkan kreativitas dan peluang usaha.
Karena itu, banyak kalangan mulai menyadari pentingnya menjaga keseimbangan antara kehidupan digital dan interaksi nyata. Mengurangi penggunaan gadget berlebihan, meluangkan waktu bersama keluarga, hingga memperbanyak aktivitas sosial dinilai dapat membantu menjaga kesehatan mental.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, media sosial pada akhirnya hanyalah alat. Cara seseorang menggunakannya menjadi faktor utama apakah platform digital tersebut mampu mendekatkan hubungan atau justru menghadirkan rasa kesepian. (***)
- Penulis: Rian Sutisna
