Breaking News
light_mode
Beranda » Eksis » Mahasiswa Kritik Satpol PP Tasikmalaya : Jangan Hanya Razia Musiman dan Seremoni

Mahasiswa Kritik Satpol PP Tasikmalaya : Jangan Hanya Razia Musiman dan Seremoni

  • account_circle Rian Sutisna
  • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tasikzone.co.id – Ketua Umum Aliansi Mahasiswa Tasikmalaya melontarkan kritik keras terhadap kinerja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tasikmalaya.

Mereka menilai Satpol PP belum maksimal menjalankan fungsi sebagai penegak Peraturan Daerah (Perda), penjaga ketertiban umum, serta pelindung citra Kota Tasikmalaya sebagai kota religius dan kota santri.

Dalam pernyataannya, Aliansi Mahasiswa Tasikmalaya menyoroti masih maraknya peredaran minuman keras (miras) di wilayah Kota Tasikmalaya.

Mereka menyebut masyarakat masih mudah menemukan warung berkedok toko jamu, gudang penyimpanan miras ilegal, hingga pesta miras yang diduga berlangsung di aset milik pemerintah.

“Masyarakat saat ini mempertanyakan keberadaan dan fungsi Satpol PP Kota Tasikmalaya yang terkesan lamban, tidak tegas, bahkan seperti mati suri dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang nyata terjadi di tengah masyarakat,” ujar Ketua Umum Aliansi Mahasiswa Tasikmalaya dalam keterangannya. Rabu (27/05/10//2026)

Ia mengatakan berbagai operasi sebelumnya juga menemukan ribuan botol miras yang diduga hendak diedarkan di wilayah Tasikmalaya dan Priangan Timur. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan pengawasan dan penegakan Perda belum berjalan optimal.

Selain persoalan miras, Aliansi Mahasiswa Tasikmalaya juga menyoroti sejumlah persoalan lain yang dianggap belum tertangani secara serius. Di antaranya dugaan praktik prostitusi terselubung di tempat hiburan dan kos-kosan, bangunan liar, usaha yang diduga tidak sesuai izin operasional, pedagang kaki lima (PKL) yang semrawut, hingga lemahnya pengawasan terhadap tempat hiburan malam dan karaoke.

Mereka juga menilai Satpol PP kurang maksimal melakukan patroli ketertiban di titik-titik rawan penyakit masyarakat serta belum konsisten dalam menindak pelanggaran Perda.

“Kami menilai Satpol PP jangan hanya hadir ketika ada seremoni, razia musiman, atau sekadar formalitas penegakan aturan. Satpol PP harus hadir sebagai institusi yang benar-benar bekerja untuk masyarakat,” katanya.

Aliansi Mahasiswa Tasikmalaya menegaskan kritik tersebut bukan bentuk kebencian terhadap institusi Satpol PP, melainkan dorongan agar lembaga tersebut kembali menjalankan fungsi utamanya secara profesional, tegas, dan konsisten.

“Masyarakat membutuhkan tindakan nyata, bukan pencitraan. Jangan sampai Perda hanya tajam ke bawah namun tumpul terhadap pelanggaran yang jelas merusak moral, ketertiban, dan citra Kota Tasikmalaya,” ujarnya.

Mereka berharap Pemerintah Kota Tasikmalaya dapat memperkuat pengawasan dan penegakan aturan demi menjaga ketertiban umum serta mempertahankan identitas Kota Tasikmalaya sebagai Kota Santri. (***)

  • Penulis: Rian Sutisna

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less