Ketua DPRD Pangandaran Tekankan Keamanan dan Kenyamanan Jadi Prioritas Destinasi Wisata
- account_circle Rian Sutisna
- calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pangandaran, Tasikzone.co.id – Ketua DPRD Pangandaran, Asep Noordin, menegaskan bahwa aspek keamanan dan kenyamanan harus menjadi prioritas utama dalam pengembangan sektor pariwisata.
Menurutnya, setiap pembukaan destinasi wisata baru harus dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM) serta sistem kelembagaan keamanan yang mampu menjamin keselamatan pengunjung.
Asep mengatakan pengelola wisata perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama pada destinasi wisata alam yang memiliki potensi perubahan kondisi secara tiba-tiba dan berisiko menimbulkan bencana.
Karena itu, keberadaan pos informasi dan sistem peringatan dini di kawasan wisata berbasis sungai dinilai sangat penting.
Ia mencontohkan kawasan Ciwayang yang berada di sekitar Grand Canyon Pangandaran.
Di lokasi tersebut telah tersedia pusat informasi kondisi alam yang berfungsi memberikan informasi kepada wisatawan agar tidak melakukan aktivitas saat situasi dinilai berbahaya.
Selain itu, Asep mengingatkan potensi ancaman yang berasal dari wilayah hulu sungai.
Menurutnya, curah hujan tinggi di daerah hulu seperti Tasikmalaya, Ciamis, dan Banjar dapat memicu banjir bandang yang membahayakan kawasan wisata di Pangandaran, meskipun cuaca di lokasi wisata sedang cerah.
Tak hanya wisata sungai, Asep juga meminta pengelola kawasan pantai menerapkan standar keselamatan yang ketat.
Kehadiran lifeguard atau penjaga pantai, serta aturan keselamatan yang jelas bagi wisatawan, harus menjadi bagian dari sistem pengelolaan destinasi.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi bagi pelaku usaha wisata yang menawarkan aktivitas berisiko tinggi.
Pengelola harus menyampaikan potensi bahaya kepada wisatawan secara terbuka, sekaligus menyediakan perlengkapan keselamatan dan petugas yang memadai.
Menurut Asep, langkah preventif tersebut penting untuk mencegah terjadinya kelalaian yang dapat berujung pada kecelakaan maupun tuntutan hukum dari wisatawan sebagai konsumen.
Ia menambahkan, persoalan keamanan destinasi wisata telah menjadi perhatian pemerintah daerah dan sebelumnya dibahas dalam rapat koordinasi pengamanan libur Lebaran.
“Pelaku industri pariwisata tidak cukup hanya menjual keindahan destinasi. Mereka juga harus mampu menjamin keamanan dan kenyamanan wisatawan selama berkunjung,” tegas Asep. (driez)
- Penulis: Rian Sutisna
