Breaking News
light_mode
Beranda » News » Ekonomi Priangan Timur Tumbuh Lampaui Nasional pada 2025

Ekonomi Priangan Timur Tumbuh Lampaui Nasional pada 2025

  • account_circle Rian Sutisna
  • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tasikzone.co.id – Otoritas Jasa Keuangan Tasikmalaya mencatat pertumbuhan ekonomi Priangan Timur pada tahun 2025 mencapai 5,56 persen atau melampaui pertumbuhan Jawa Barat sebesar 5,32 persen dan nasional sebesar 5,11 persen. Kondisi tersebut mencerminkan ketahanan ekonomi daerah di tengah dinamika global.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati dalam kegiatan Media Gathering OJK Tasikmalaya di Purwokerto, Kamis (21/05/2026).

Dalam paparannya, OJK menyebut pertumbuhan ekonomi Priangan Timur didorong peningkatan aktivitas ekonomi daerah, terutama di Kabupaten Garut, Pangandaran, dan Sumedang pada akhir 2025.

Sementara itu, kinerja perbankan Priangan Timur hingga Maret 2026 menunjukkan tren positif. Total aset, Dana Pihak Ketiga (DPK), dan kredit mengalami pertumbuhan, meski rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) masih berada di angka 4,73 persen.

OJK juga mencatat rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) mencapai 156,35 persen, sehingga diperlukan perhatian terhadap penguatan likuiditas dan alternatif sumber pendanaan bank. Adapun rasio kecukupan modal atau CAR masih terjaga kuat di angka 24,48 persen.

Dari sisi penyaluran kredit, sektor non-UMKM masih mendominasi pertumbuhan kredit di Priangan Timur. Berdasarkan jenis penggunaan, kredit konsumsi menjadi sektor terbesar. Namun demikian, OJK mengingatkan perbankan agar tetap berhati-hati dalam menyalurkan kredit UMKM karena memiliki tingkat NPL yang cukup tinggi, khususnya pada BPR dan BPRS.

Pada sektor Kredit Usaha Rakyat (KUR), penyaluran terbesar berada di Kabupaten Garut dengan nilai mencapai Rp541 miliar kepada 9.759 debitur. Sektor perdagangan besar dan eceran menjadi sektor usaha dengan penyaluran KUR tertinggi di Priangan Timur.

Di sektor pasar modal, partisipasi masyarakat juga mengalami peningkatan signifikan. Hingga 31 Maret 2026, jumlah Single Investor Identification (SID) saham mencapai 60.763 dengan pertumbuhan 36,55 persen secara tahunan. Nilai transaksi saham tercatat sebesar Rp414 miliar atau tumbuh 133,13 persen.

Selain itu, OJK Tasikmalaya terus memperkuat edukasi dan literasi keuangan melalui berbagai program, di antaranya GENIUS, Training of Trainers (ToT), serta edukasi digital. Hingga April 2026, tercatat 37 kegiatan edukasi dengan total peserta mencapai 14.328 orang.

Dalam upaya perlindungan konsumen, OJK Tasikmalaya juga menangani 494 layanan konsultasi pengaduan selama Maret 2026 dengan tingkat penyelesaian mencapai 96,76 persen. OJK bersama Satgas PASTI turut menindaklanjuti sejumlah dugaan aktivitas keuangan ilegal di wilayah Priangan Timur. (***)

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less