Madrasah Bukan Pendidikan Kelas Dua, PGM Kota Tasikmalaya Dorong Kebijakan yang Lebih Berkeadilan
- account_circle Rian Sutisna
- calendar_month 17 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tasikmalaya, Tasikzone.co.id – Sekretaris Persatuan Guru Madrasah (PGM) Kota Tasikmalaya, Arif Ripandi, menegaskan bahwa madrasah memiliki posisi yang setara dengan lembaga pendidikan lainnya dan layak menjadi salah satu pilar utama dalam pembangunan sumber daya manusia di Indonesia.
Menurut Arif, madrasah tidak hanya berfokus pada pendidikan keagamaan, tetapi juga mengintegrasikan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan pembentukan karakter dalam proses pembelajaran.
“Keunggulan madrasah terletak pada kemampuannya memadukan nilai-nilai keislaman dengan ilmu pengetahuan dan penguatan karakter. Karena itu, masyarakat tidak lagi memandang madrasah sebagai pendidikan kelas dua,” kata Arif saat ditemui usai kegiatan pelepasan siswa MI Persis Gandok Kota Tasikmalaya, Sabtu (6/6/2026).
Arif menilai peran madrasah semakin penting dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan karakter yang kuat. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah memberikan perhatian yang lebih besar terhadap pengembangan dan keberlangsungan pendidikan madrasah.
Ia mendorong pemerintah pusat menghadirkan kebijakan nasional yang mampu memperkuat posisi madrasah dalam sistem pendidikan nasional sekaligus menyelaraskan program pendidikan antara pemerintah pusat dan daerah.
“Madrasah merupakan mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional. Pemerintah perlu memperkuat sarana dan prasarana pendidikan, meningkatkan kesejahteraan guru, serta mendukung peningkatan kualitas peserta didik di seluruh madrasah,” ujarnya.
Selain itu, Arif juga menyoroti pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang menurutnya perlu memberikan ruang yang lebih proporsional bagi sekolah swasta dan madrasah. Ia menilai lembaga pendidikan swasta selama ini turut berperan besar dalam memperluas akses pendidikan dan membantu pemerintah memenuhi kebutuhan layanan pendidikan masyarakat.
Menurutnya, pemerintah perlu menyusun kebijakan yang mampu menciptakan keseimbangan antara sekolah negeri dan swasta agar seluruh lembaga pendidikan dapat berkembang secara sehat dan berkelanjutan.
“Madrasah dan sekolah swasta merupakan mitra pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Sudah saatnya kita meninggalkan dikotomi antara sekolah negeri dan swasta. Yang lebih penting adalah membangun sistem pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkeadilan untuk seluruh masyarakat,” tegasnya.
Arif berharap sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat terus diperkuat agar madrasah mampu berkontribusi lebih besar dalam mencetak generasi yang berakhlak, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan (***)
- Penulis: Rian Sutisna
